You are currently browsing the monthly archive for May, 2008.

Festival Film Pendek Konfiden 2008 (FFPK 2008), Yayasan Konfiden untuk ketiga kalinya menggelar kompetisi film pendek Indonesia. Sebuah festival film yang ikut melangkah dalam perjalanan panjang perkembangan film pendek Indonesia. Sebuah festival yang hendak memperkaya pemahaman atas wacana aktual dalam konteks ke-Indonesia-an lewat media film pendek

Ini bukan tugas yang mudah bagi Konfiden, baik dalam berusaha menjaga festival ini tetap hidup maupun terus mengajak para pembuat film pendek Indonesia untuk membuat karya yang lebih baik lagi, jelas Lintang, manajer festival. Kami menyadari masih banyak kekurangan disana-sini dalam penyelenggaraan festival tahun sebelumnya, tapi kami akan terus memperbaikinya hingga pada titik yang paling ideal dalam penyelenggaraan festival ini. Read the rest of this entry »

PURBALINGGA- Pemkab akan menata kebijakan terkait pemberian dukungan terhadap perkembangan film Purbalingga yang telah meraih prestasi internasional. Wakil Bupati Purbalingga, Heru Sudjatmiko menyatakan hal itu ditengah-tengah persiapan Purbalingga Film Festival (PFF), kemarin. Bila memang selama ini Pemkab dinilai belum dan atau tidak memadai dalam memberikan dukungan, maka memang perlu penataan kebijakan. ”Ini merupakan pekerjaan rumah kita bersama. Kalangan pemerintahan perlu diberi pencerahan dan saya optimis itu bisa dilakukan,” ungkapnya, kemarin.

Prestasi anak-anak muda telah membuat masyarakat bangga ditengah persoalan himpitan ekonomi dan persoalan lainnya. Wabub berharap, meski keadaan belum memadai, perfilman tetap dilanjutkan sebab prestasi mereka akan menjadi motivasi kelompok lain di Purbalingga untuk berprestasi di segala bidang. ”Jangan berhenti. Inilah kelebihan anak muda yang berani menerobos dan menciptakan inovasi baru. Ini juga menarik sekali karena meskipun kota kecil bisa mengadakan festival, ” imbuhnya. Read the rest of this entry »

PURBALINGGA- Sineas muda Purbalingga diminta jangan menyerah meski dukungan dari pemerintah daerah bagi perkembangan perfilman lokal masih setengah-setengah.

Pernyataan itu dikemukakan oleh Ketua Komisi B DPRD Purbalingga, Hartoyo dimintai tanggapan menjelang persiapan Purbalingga Film Festival (PFF) 2008.  Ajang akbar yang mempertemukan komunitas film di Tanah Air itu digelar secara gratis di Stadion Mahesa Djenar, 16-18 Mei mendatang. ”Sebagai wakil rakyat, kami berharap agar insan film Purbalingga terus berjuang. Rintangan selalu ada, tapi jangan menyerah,” katanya, kemarin.

Hartoyo menambahkan, setidaknya wakil bupati Purbalingga secara lisan menyatakan akan hadir di ajang tersebut. Sehingga kemungkinan Pemkab juga bisa bekerja sama dengan sineas muda di masa mendatang. ”Saya mengetahui persoalan terbatasnya fasilitas yang diberikan oleh Pemkab di masa lalu. Saya berharap di masa mendatang, Pemkab bisa memberikan dukungan fasilitas demi perkembangan perfilman,” tambahnya. Read the rest of this entry »

Jaringan Kerja Film Banyumas

Jaringan Kerja Film Banyumas (JKFB) adalah lembaga asosiasi komunitas film di eks-karisidenan Banyumas, Jawa Tengah, Indonesia. Visi JKFB adalah menjadi lembaga fasilitator dan mediator dalam mengembangkan serta memajukan kegiatan perfilman di eks-karisidenan Banyumas melalui program kegiatannya. Misi JKFB adalah melakukan kerja kolektif serta jaringan dalam berbagai aspek yang dapat memajukan kegiatan perfilman di eks-karisidenan Banyumas.

c

Blog Stats

  • 19,632 hits