Home

PURBALINGGA- Dua dari lima kategori film pendek terbaik Malang Film Video Festival (Mafvie) 2007 diraih sekaligus oleh sineas Kabupaten Purbalingga. Prestasi itu bahkan langsung mendapat sambutan dari warga Banyumas dan Purbalingga di Korea dan Hong Kong.

Ajang festival yang memasuki tahun keempat itu semula digelar pada 1-4 Mei lalu di Malang, Jatim. Namun panitia mengundurkan jadwal pengumuman setelah jumlah karya yang masuk seleksi mencapai 117 judul dari seluruh Tanah Air. Pemberitahuan kemenangan disampaikan panitia kepada Cinema Lovers Community (CLC) Purbalingga yang memayungi pegiat film di kabupaten itu, Senin (7/5) lalu.

 

Dewan juri menobatkan film Adu Jago sebagai Film Dokumenter Terbaik dan Pasukan Kucing Garong sebagai Film Fiksi Terbaik. Kedua film itu dibesut oleh sutradara perintis perfilman Purbalingga, Bowo Leksono. Tujuh belas film dikirim CLC untuk ajang itu dan menempatkan enam di antaranya sebagai nominasi film terbaik.

Kenalkan Budaya
Sutradara Bowo Leksono menyatakan, bagian terpenting dalam keikutsertaan insan film Purbalingga di pentas film bertaraf nasional adalah keberhasilan misi budaya. Film yang sarat nuansa lokal banyumasan minimal bisa mengenalkan keunikan budaya pada warga Jawa bagian timur. ”Ini sekaligus kemenangan bagi insan film seluruh eks Karesidenan Banyumas yang telah merintis selama lima tahun ke belakang, dengan hanya bermodal semangat.”

Uniknya, keriuhan atas kemenangan itu di jaringan internet membuat warga Banyumas di Malang turut ”nglurug” untuk menyaksikan film. Wong Banyumas di luar negeri seperti Hong Kong dan Korea selain memberikan apresiasi, juga sudah memesan film-film Purbalingga.

”Wah, saya yang jadi bingung bagaimana menyediakan dana untuk mengirim. Yang jelas, saat merintis, kita tidak mengira film bakal bisa menjadi wahana untuk mengangkat citra budaya banyumasan, di mata orang luar juga warga setempat,” ungkap Bowo.

Secara terpisah, pegiat CLC Purbalingga Heru C Utomo menyatakan, festival film di Surabaya Juni mendatang bakal menjadi fokus utama para pegiat film di eks Karesidenan Banyumas.*

(Sigit Harsanto. Harian Suara Merdeka, 9 Mei 2007)
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s