Home

Oleh : Sihar Sinomae

KLOTER kedua pegiat film Banyumas yang ‘nyantrik’ di ajang Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) 2008, pulang kandang kemarin. Mereka adalah Sari Handayani (Purwokerto) , Budiningrum Tri Ambarwati (Purwokerto) , Muhammad Febrianto (Purbalingga) dan Dadang (Banjarnegara) . Para penerima beasiswa belajar dari Jaringan Kerja Film Banyumas (JKFB) itu sekaligus memamerkan film-film Banyumas dalam sesi ‘Ngapak Attack’. Berikut kutipan laporan perjalanan melalui komandan mereka, Sari Handayani.

Kalian ikut workshop untuk jenis profesi yang masih jarang ada di Indonesia… .

Ya. Kami ikut sesi workshop programer perfilman. Profesi ini selain jarang, juga masih belum banyak diketahui orang awam. Kami berbagi pengalaman dengan dipandu Elida Tamalagi dari Kinoki Yogyakarta. Model pembelajarannya ‘open method’ banget. Artinya, siapa yang nggak aktif nggak bakal dapat ilmu. Ini pengalaman berharga untuk meningkatkan kemampuan manajemen organisasi seni di Banyumas.

Apa sih programmer itu?

Programer bukan event organizer. EO hanya fokus pada kemasan acara dan berorientasi pada keuntungan. Ini yang banyak di Banyumas. Para programer mengemban misi edukasi masyarakat melalui program yang dijalankan komunitas kesenian. Sederhananya, profesi programmer adalah otak dari event seni budaya. Yang terjadi selama ini, program seni dan budaya dikerjakan dengan asal punya ide. Tanpa indikator dan parameter untuk mengukur keberhasilan.

Bagaimana programmer bekerja?

Kami dipesan oleh pembuat acara, atau membuat acara yang akan dijalankan komunitas. Kami akan memulai menyusun konsep acara, setelah sebelumnya mengetahui hal-hal mendasar yang disesuikan dengan visi misi pembuat acara. Kami akan memutuskan mendesain dengan fokus pada pembuat film, penonton, pemilik acara atau pada wacana idealis yang kami miliki. Itu semua dipilih dahulu.

Wah, jadi apa kemampuan standar seorang programmer film?

Sesuai bidangnya. Programer film harus punya pengetahuan umum tentang perfilman, memiliki jaringan kuat untuk menentukan judul karya yang dibutuhkan, tahu wacana sosialnya, tahu demografi masyarakat tempat acara berlangsung. Kami juga perlu menguasai hal-hal teknis seputar perfilman, mulai dari jenis teknologi yang dipakai sampai teknologi tata suara. Ada yang bilang, pengetahuan teknis hanya merupakan bonus saja.

Soal kode etik?

Itu isu penting. Namun memang tidak ada kode etik tertulis. Pelanggaran yang sering terjadi adalah tidak dihargainya seniman pengkarya. Banyak agenda kesenian, termasuk untuk kepentingan bisnis, tidak meminta ijin terlebih dahulu sebelum memanfaatkan film tertentu. Bahkan seorang programer dan pelaksana acara memiliki kewajiban memberi tahu hasil pemutaran terhadap filmmaker. Semestinya ada kontrak dengan pembuat film.

Hasil akhirnya gimana?

Sebuah program acara. Program tersebut memiliki wacana, memiliki catatan kuratorial pada tiap sesi, memiliki indikator hasil dan memiliki jadwal yang sangat jelas. Semua harus diinformasikan dengan terbuka. Yang lebih penting, produk seorang programer bisa dilihat dari pilihan bahasanya. Misalnya dalam program Mari Menonton FKY, terdapat ‘Ngapak Attack’. Kalimat unik diharapkan memancing orang untuk tahu isi didalamnya. Ini bagian dari branding dan upaya marketing acara kesenian.

Apa yang akan dilakukan dengan pengetahuan baru ini?

Kami akan membuat database yang akan bisa dibagikan kepada komunitas di masing-masing kota. Catatan itu bisa menjadi panduan penyusunan program film di Banyumas Besar. Strategi mencangkok pengetahuan semacam ini adalah investasi bagi perkembangan film Banyumas di masa mendatang.

Saya dengar, sutradara Heru C Wibowo naksir kamu?

Ah… kok tahu sih. Aku juga nggak nyangka, aku pikir tadinya cuma sms iseng. Eh ternyata beneran. Tapi aku bilang baek-baek kok, aku udah punya Uwin. Dialah pelabuhan terakhir tempat biduk hidupku menambatkan diri. Maaf ya Heru, doain ya semuanya. (*)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s