Home
Astri Rakhma Adistya tak menyangka filmnya bisa menang dalam Festival Film Pemuda 2012 kategori film fiksi. Pelajar SMAN 1 Rembang Purbalingga ini merupakan sutradara film Mentari di Sambirata. “Bangga sekaligus terkejut,” kata dia, di Purbalingga, Ahad 29 Oktober 2012.
 
Raihan tersebut merupakan kado di Hari Sumpah Pemuda. Bagi dia, ada banyak cara mengisi pembangunan oleh pemuda, termasuk membuat film pendek. Astri membuat film dengan latar kehidupan penduduk Desa Sambirata. Di desa itu, masyarakatnya masih setia membuat kerajinan tangan berupa gerabah dari tanah liat. Kegiatan itu berlangsung sejak ratusan tahun lalu.
 
Festival Film Pemuda 2012 merupakan kompetisi film pendek yang digelar oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga. Acara ini digelar dalam rangka peringatan Hari Sumpah Pemuda. Dewan juri terdiri dari tiga orang yakni Endi Aras, Yudi Datau dan Edo Aditya.
 
Selain Mentari di Sambirata, karya sineas pelajar Purbalingga merajai kompetisi ini, seperti film Jono Berlari karya siswa SMAN 1 Bukateja Rembang, Astia Nur Astuti. Film tadi menyebet juara ketiga kategori fiksi. Film ini juga memenangi Festival Film Pelajar Krakatau 2012 beberapa waktu lalu.
 
Tak hanya berjaya di kategori fiksi, Astri berhasil meraih juara kedua pada kategori film dokumenter lewat Gulma yang Bernilai. Ia kalah dari sineas Banyumas, Hilmy Febrian Nugraha dangan Gula Jawa Gula Dunia.
 
Direktur Jaringan Kerja Film Banyumas (JKFB), Dimas Jayasrana mengatakan, prestasi sineas muda Banyumas Raya ini merupakan hasil proses panjang dan tidak instan. Kemenangan bukanlah puncak dari dinamika perfilman wilayah ini.  “Semoga hasil ini semakin memantik semangat sineas muda Banyumas Raya. Mereka selalu punya tempat di kancah nasional. Tapi, ini bukan satu-satunya prestasi istimewa, masih banyak ruang lain yang harus dijajal,” katanya.
 
Sejak 2004, geliat perfilman di Banyumas Raya sudah terlihat. Paling menonjol adalah sineas dari Kabupaten Purbalingga karena prestasi di sejumlah ajang. Meski demikian, Dimas menyayangkan, pemerintah tak merespon prestasi daerah ini. 
 
Guru pembina ekstrakurikuler sinematografi SMAN 1 Rembang, Puji Rahayuning Pratiwi mengaku sangat bangga dengan prestasi ini. “Saya sangat bersyukur, anak-anak bisa berprestasi cukup mengharumkan nama sekolah dan Purbalingga di kancah nasional,” kata dia.
 
Penghargaan ini merupakan yang ketiga kalinya diterima oleh siswa sekolah ini dalam kurun dua pekan. Mereka juga meraih tiga penghargaan dalam dua ajang yaitu, Festival Film Pelajar Krakatau, dan Disbudpar Jawa Tengah. Penghargaan akan diterima pada malam penganugerahan, Selasa 30 Oktober 2012, di Gedung Kemenpora RI, Jakarta. (ARIS ANDRIANTO/Tempo.co)
SUMBER : TEMPO.CO
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s