Home

TEMPO.CO, Purbalingga – Film bertajuk Langka Receh karya sutradara Eka Susilawati dan Miftakhatun berhasil menjadi nomine untuk kategori film pendek unggulan Festival Film Indonesia (FFI) 2012. Film produksi Sawah Artha Film SMP Negeri 4 Satu Atap Karangmoncol Purbalingga, Jawa Tengah, itu akan bersaing dengan empat film pendek lainnya.

“Saya merinding mendengar karya kami akan berkompetisi dengan empat film garapan sutradara yang lebih matang dibanding kami yang masih pelajar SMP,” kata Eka Susilawati, Rabu, 28 November 2012.

Eka mengaku bangga film yang sederhana itu bisa mendapat penghargaan di ajang Jambore Film Pendek 2012 dan menjadi nomine FFI 2012. “Sebuah kejutan yang saya persembahkan untuk masyarakat Purbalingga. Banyak pelajar potensial di sekolah kami yang menanti uluran tangan pemerintah,” kata dia.

Film Langka Receh yang berdurasi 5 menit 33 detik ini berkisah tentang pedagang kecil yang hobi mengganti uang kembalian receh dengan permen. Sementara seorang anak, Darti, melihat kecurangan pedagang tidak mengembalikan uang dengan alasan tidak ada uang kecil (langka receh). Sebaliknya Darti berharap bisa mendapat uang kembalian yang akan dia tabung untuk membeli buku tulis.

Guru Pembina ekstrakurikuler sinematografi, Aris Prasetyo berharap produksi film di SMP Negeri 4 Satu Atap Karangmoncol bisa terus berlanjut dan lebih baik dari sekarang. “Tak dipungkiri, film menjadi salah satu daya tarik sekolah kami,” ujarnya. Dia mengatakan, hingga kini sudah ada tiga skenario yang siap produksi dengan berbagai tema.

Koordinator Komunitas Pecinta Film Purbalingga, Bowo Leksono, mengatakan pada usia enam tahun Festival Film Purbalingga, makin banyak karya pelajar yang unjuk gigi di tingkat nasional. “Meskipun tak ada dukungan dari pemerintah daerah, kami yakin industri kreatif film di Purbalingga akan terus tumbuh,” katanya.

Menurut dia, dengan makin banyak festival film pendek, maka akan menjadi stimulan bagi pelajar untuk menghasilkan karya film pendek yang menjadi alternatif tontonan cerdas dibanding harus menonton sinetron yang membodohi.

Sumber : tempo.co

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s