Home

Capaian dari program yang dibentuk oleh JKFB adalah terciptanya ruang kerja bersama bagi komunitas film di Banyumas dan di Indonesia pada umumnya untuk pengembangan kegiatan perfilman.

Program Mediasi dan Pendidikan

Program mediasi dan pendidikan adalah aplikasi dari visi serta misi JKFB yang telah dijabarkan sebelumnya. Tujuan dari program ini adalah untuk mengembangkan kegiatan perfilman di Banyumas. Program ini melibatkan secara aktif publik, baik individu maupun kelompok terutama bagi anggota asosasi JKFB.

Program ini meliputi beberapa kegiatan:

1. Pemutaran Film

Program ini merupakan program eksebisi karya, terutama bagi karya film dari Banyumas sebagai ruang apresiasi bagi publik serta pembuat film di Banyumas. Melalui program ini, pembuat film dapat bertemu langsung dengan publik untuk mempresentasikan karya sebagai proses pendidikan bagi kedua belah pihak.

Lebih jauh, program ini juga akan menampilkan film-film nasional dan internasional sebagai referensi wacana perkembangan perfilman secara global. Dengan demikian, diharapkan pengembangan wacana perfilman dapat tercipta di Banyumas.

2. Workshop

Program ini merupakan ruang pembelajaran untuk mengembangkan keahlian dalam bidang film. Melalui program ini, diharapkan akan muncul talenta-talenta baru yang potensial untuk menjadi profesional dibidang film.

Program workshop akan melibatkan profesional ditiap bidangnya sebagai fasilitator serta melibatkan publik, baik individu maupun kelompok sebagai partisipan.

Bentuk program ini adalah:

2.A. Workshop Manajemen Produksi Film

Dalam workshop ini akan membicarakan bagaimana membuat pola manajemen produksi film yang baik sesuai dengan kebutuhan serta kondisi yang ada. Partisipan akan diajak membuat skema produksi yang sesuai dengan kondisi serta infrastruktur yang mereka miliki. Workshop ini juga akan mencari solusi bagi persoalan minimnya pendanaan maupun peralatan melalui perencanaan produksi yang baik.

2.B. Workshop Produksi Film

Melalui workshop ini, partisipan akan diajak untuk berpikir kreatif dalam mengaplikasikan ide cerita yang ingin diangkat dalam produksi film mereka serta mengeksplorasi gagasan kreatif dalam pembuatan film. Workshop ini meliputi komponen-komponen seperti:

– Penulisan naskah

– Sinematografi

– Editing/Paska Produksi

Serta komponen lainnya yang akan mendukung workshop produksi film.

2.C. Workshop Kritik Film

Workshop ini merupakan ruang pembelajaran teoritis melalui studi serta riset mengenai film serta segala wacana yang melingkupinya. Melalui workshop ini, diharapkan partisipan mendapatkan bekal untuk menulis kritik film ataupun melakukan riset yang berhubungan dengan film serta media audio-visual lainnya.

3. Database Film Banyumas

Program ini merupakan program pendataan karya film yang tercipta dari pembuat film di Banyumas sebagai sebuah usaha preservasi bagi film-film Banyumas yang dapat digunakan sebagai bahan literatur untuk membaca perkembangan film di Banyumas maupun Indonesia secara umum. Data ini juga akan berfungsi sebagai sumber informasi bagi publik yang ingin mengetahui mengenai film Bayumas.

Film-film yang telah didata akan ditempatkan diruang pustaka untuk diakses secara luas oleh publik, baik perorangan maupun kelompok.

4. Pustaka Buku dan Film

Program ini merupakan program yang menyediakan informasi literatur baik dalam bentuk buku maupun film yang dapat diakses oleh publik. Dengan adanya pustaka ini, diharapkan publik bisa mendapatkan sumber pengetahuan yang layak untuk wacana film secara umum.

5. Karnaval Film Banyumas

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membentuk sebuah forum yang memediasi dan mempresentasikan karya dari dalam dan luar negeri. Memperkaya perspektif, kritik dan pengertian yang mendalam bagi publik dalam melihat budaya audio-visual, yang selama ini telah dibangun melalui media televisi. Memperbesar cakupan penonton dengan memperkenalkannya dalam bentuk yang berbeda yaitu sebagai sebuah medium ekspresi seni

Menjadi sebuah telaah praksis dan teoritis dalam melihat berkolaborasinya seni dan teknologi.  Menciptakan sebuah forum yang memediasi interaksi diantara pembuat film dan karya audio-visual dari berbagai kota dan negara melalui pertemuan, kerja kolaborasi, workshop dan presentasi karya.

6. Jaringan Kerja

Pengembangan jaringan kerja ini fokus pada pertukaran informasi serta dokumentasi. Jaringan kerja yang akan dikembangkan lebih lanjut adalah menjalin kerjasama dengan organisasi dan komunitas film di Indonesia terutama di luar Jawa dan negara-negara Asia. Di dalam negeri JKFB telah mempunyai jaringan kerja dengan organisasi seni pemerintah yang dapat membantu kegiatan JKFB dan non-pemerintah yang memiliki visi yang sama. Beberapa organisasi dalam jaringan JKFB: Kinoki Yogyakarta, Konfiden Jakarta, Pusat Kebudayaan Prancis di Jakarta, Dewan Kesenian Kabupaten Banyumas.

Advertisements