Di Banyumas, film awalnya hanya diperlakukan sebagai salah satu varian hiburan kelompok sosial tertentu (elite). Film hanya dapat ditonton oleh mereka yang memiliki kelebihan finansial.
Perkembangan berikut, film mampu menembus demarkasi kelas sosial. Bahkan film kini menjadi ’’barang’’ hasil kerajinan industri kreatif rumahan yang mudah diperoleh. Ada puluhan rumah produksi film pendek bertebaran di Banyumas.
Kegiatan menonton film telah jadi bagian dari kehidupan masyarakat. Film menjadi media massa yang efektif menyampaikan pesan. Kehadiran film mampu memengaruhi pola pikir, dan cara tindak individu baik sebagai pribadi maupun kolektif. Kemudian film dianggap efektif untuk menanamkan suatu ideologi secara laten.
Lalu bagaimana dengan film pendek Banyumas yang telah berterima di masyarakat? Tulisan ini akan mendeskripsikan bagaimana citra perempuan Banyumas digambarkan melalui sistem tanda sebagai unsur pembentuk film (Sobur, 2006). Read the rest of this entry »


Jaringan Kerja Film Banyumas (JKFB) adalah asosiasi komunitas film di Banyumas Raya, Jawa Tengah. Visi JKFB adalah menjadi lembaga fasilitator dan mediator dalam mengembangkan serta memajukan kegiatan perfilman di Banyumas Raya melalui program kegiatannya. Misi JKFB adalah melakukan kerja kolektif serta jaringan dalam berbagai aspek yang dapat memajukan kegiatan perfilman di Banyumas Raya.
Recent Comments