Di Banyumas, film awalnya hanya diperlakukan sebagai salah satu varian hiburan kelompok sosial tertentu (elite). Film hanya dapat ditonton oleh mereka yang memiliki kelebihan finansial.

Perkembangan berikut, film mampu menembus demarkasi kelas sosial. Bahkan film kini menjadi ’’barang’’ hasil kerajinan industri kreatif rumahan yang mudah diperoleh. Ada puluhan rumah produksi film pendek bertebaran di Banyumas.

Kegiatan menonton film telah jadi bagian dari kehidupan masyarakat. Film menjadi media massa yang efektif menyampaikan pesan. Kehadiran film mampu memengaruhi pola pikir, dan cara tindak individu baik sebagai pribadi maupun kolektif. Kemudian film dianggap efektif untuk menanamkan suatu ideologi secara laten.

Lalu bagaimana dengan film pendek Banyumas yang telah berterima di masyarakat? Tulisan ini akan mendeskripsikan bagaimana citra perempuan Banyumas digambarkan melalui sistem tanda sebagai unsur pembentuk film (Sobur, 2006). Read the rest of this entry »

Garis Depan-Purwokerto. Sebanyak 22 anak berumur antara 3-10 tahun hadir pada acara pemutaran film yang diadakan oleh komunitas Garis Depan. Kegiatan yang dilangsungkan tanggal 31 Mei 2009 ini betempat di Kedai Telapak Pabuaran. Anak-anak yang hadir dalam kegiatan tersebut berasal dari Pabuaran, Purwokerto.

Sekalipun film yang ditonton anak-anak ini kebanyakan berbagai film animasi yang marak di televisi, film Pasukan Kucing Garong karya Bowo Leksono yang berceritakan tentang permainan perang-perangan yang dilakukan oleh anak-anak di Purbalingga cukup mendapat perhatian dari anak-anak yang hadir untuk menonton.

Selain itu, perhatian juga didapat dari dialek Banyumasan yang digunakan oleh film tersebut. Dialek Banyumasan yang tak asing di telinga mereka sangat membantu anak-anak ini untuk memahami jalan cerita dari film tersebut. Senyum dan tawa ceria pun terlihat di wajah mereka selama menonton film fiksi berdurasi 10 menit ini. Read the rest of this entry »

cPURBALINGGA Film Festival (PFF) adalah ajang kompetisi kreativitas dan potensi pelajar SMA/SMK/ MA se-Banyumas Raya (Purbalingga, Banyumas, Cilacap, Banjanegara) dalam bidang seni sinematografi. Ajang ini menjadi salah satu elan positif bagi perkembangan industri kreatif di tingkat pelajar.

Di samping itu juga menjadi saluran katarsis bagi kejumudan kaum muda atas segala bentuk kemapanan dan ketidakmampuan lembaga seni dan budaya dalam mewadahi keragaman kreativitas.

Pada 2009, PFF telah memasuki usia ketiga sejak kali pertama digelar pada 2007. Dari dua tahun sebelumnya PFF telah berhasil menelurkan berbagai prestasi. Film-film garapan sineas Banyumas berhasil menduduki tempat terhormat di berbagai ajang festival tingkat regional, nasional, bahkan internasional.

Sekadar mengingatkan, beberapa catatan keberhasilan sineas Purbalingga antara lain; Senyum Lasminah garapan sutradara Bowo Leksono menjadi Film Terbaik II pada Festival Video Edukasi (FVE) 2007. Kemudian Pasukan Kucing Garong Fiksi Terbaik di ajang Malang Film Video Festival (Mafviefest) 2007. Film Adu Jago menjadi film dokumenter terbaik di ajang yang sama. Read the rest of this entry »

FFP09

unduh jadwal festival: JADWAL PFF 2009

SELAMAT BERFESTIVAL!

lp_promo-copy2Jaringan Kerja Film Banyumas (JKFB) adalah asosiasi komunitas film di Banyumas Raya, Jawa Tengah. Visi JKFB adalah menjadi lembaga fasilitator dan mediator dalam mengembangkan serta memajukan kegiatan perfilman di Banyumas Raya melalui program kegiatannya. Misi JKFB adalah melakukan kerja kolektif serta jaringan dalam berbagai aspek yang dapat memajukan kegiatan perfilman di Banyumas Raya.

Pada bulan Mei 2009, menyambut Hari Pendidikan Nasional, JKFB bekerjasama dengan MILES Films dan Mizan Production serta didukung oleh Jive Entertainment akan mengadakan program pemutaran keliling film “Laskar Pelangi” di 6 kota; Purwokerto, Purbalingga, Cilacap, Banjarnegara, Pekalongan, serta Yogyakarta.

Program ini dimaksudkan untuk membuka ruang diskusi dengan publik mengenai isu pendidikan di Indonesia, bercermin kepada banyaknya persoalan yang dihadapi dalam dunia pendidikan Indonesia, mulai dari kapitalisasi pendidikan hingga sistem pendidikan yang korup. Read the rest of this entry »

Jaringan Kerja Film Banyumas

Jaringan Kerja Film Banyumas (JKFB) adalah lembaga asosiasi komunitas film di eks-karisidenan Banyumas, Jawa Tengah, Indonesia. Visi JKFB adalah menjadi lembaga fasilitator dan mediator dalam mengembangkan serta memajukan kegiatan perfilman di eks-karisidenan Banyumas melalui program kegiatannya. Misi JKFB adalah melakukan kerja kolektif serta jaringan dalam berbagai aspek yang dapat memajukan kegiatan perfilman di eks-karisidenan Banyumas.

c

Blog Stats

  • 15,238 hits