Di penghujung tahun, Pemerintah Kabupaten Purbalingga melalui dinas baru yaitu Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga kembali berulah. Pemkab seperti tak habis-habisnya menguji kesabaran para pecinta film yang tergabung dalam wadah Cinema Lovers Community (CLC).

Kali ini, ulah dinas adalah terkait penyelenggaraan Gelar Budaya, Pariwisata, dan Expo 2009 dalam rangka Hari Jadi Purbalingga yang ke-179. Sudah sejak even ini dihembuskan beberapa bulan silam, tanpa ada permintaan secara formal, dinas mengklaim akan memutar film-film pendek dari CLC.

Read the rest of this entry »

perpus 1Ruangan itu sederhana saja. Berukuran 4 m x 3.5 m tanpa banyak fasilitas yang tersedia. Namun disitulah Jaringan Kerja Film Banyumas (JKFB) menempatkan kantor serta ruang perpustakaan filmnya. Terkait dengan ruang perpustakaan film dan buku, setelah sekian lama tertunda pembentukannya, tanpa alasan yang cukup meyakinkan, akhirnya kami bisa bilang; ya, perpustakaan itu telah tersedia dan siap saji.

Masih banyak ruang kosong antar buku, masih banyak yang masih bisa ditempatkan dalam rak film, tapi biarlah kami mengaso sesaat karena kami sadar masih banyak setumpuk pekerjaan menanti kedepan. Banyak hutang program yang tertunda, banyak janji yang terlupa.

Dari ruangan 4 m x 3.5 m itu kami punya banyak harapan. Setidaknya bagi diri kami sendiri; bahwa napas kami cukup panjang untuk terus berjalan dan semangat kami masih cukup untuk terus berusaha. Bagi kami hal yang sangat menyenangkan dengan berdirinya perpustakaan film dan buku sederhana ini adalah; dikunjungi dan dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh semua. Oleh kita. Read the rest of this entry »

sekitarmidniteFilm pendek berjudul “Sekitar Midnight” dari SMAN 2 Purbalingga berhasil menjawarai dua kategori sekaligus, Film Fiksi Pendek Terbaik dan Penghargaan Konfiden (Favorit Penonton) di ajang Tawuran! Festival Film Pendek Pelajar 2009. Malam penghargaan festival tingkat nasional tersebut diselenggarakan pada 30 Agustus 2009, di ruang Audio Visual Galeri Nasional Jakarta.

Dewan juri yang terdiri dari Bagus Takwin, dosen psikologi Universitas Indonesia, John De Rantau, sutradara, dan Sesa Nasution, Editor in Chief Provoke! Magazine menilai film yang disutradarai Felixitas dan Pito ini sangat rasa Indonesia dan mampu bertutur dengan baik. Kekurangan dari film berbahasa Banyumasan ini pada persoalan teknis yang memang kerap dialami para pelajar.

Felix dan Pito yang datang bersama belasan kawan-kawannya dari berbagai SMA di Banyumas Raya: Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, dan Cilacap sejak festival ini berlangsung, merasa bangga dan senang dengan prestasi ini. Diharapkan kemenangan ini memicu para pelajar lain di Banyumas Raya untuk berkreasi dibidang film. “Kami tidak menyangka kalau film kami mampu berkompetisi ditingkat nasional dan kemenangan ini adalah kemenangan bagi seluruh pelajar di Banyumas,” tutur Pelix. Read the rest of this entry »

b_tawuranSekitar 20 pelajar SMA se-Banyumas Raya menyerbu Jakarta untuk Tawuran! Festival Film Pendek Pelajar 2009. Para pelajar itu berasal dari Kabupaten Purbalingga, Banyumas, Banjarnegara dan Cilacap.

Festival film pendek tingkat Nasional yang diselenggarakan Yayasan Konfiden ini digelar mulai 28-30 Agustus 2009 di Galeri Nasional Indonesia dan Kineforum Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta Pusat.

Mereka datang Jumat pagi, 28 Agustus 2009, dengan menggunakan kereta api dari stasiun Purwokerto. Seusai waktu Ashar, tiba di Jakarta dan langsung ke salah satu tempat festival. Read the rest of this entry »

menontonImportal untuk kedua kalinya menggelar pemutaran film pendek pada hari Kamis 20 Agustus 2009 pukul 19.00 di HOBNOB Widya Mitra Semarang. Pemutaran kali ini juga menampilkan karya pelajar SMA dari Purbalingga dan Purwokerto antara lain Sandal Jepit sutradara Bani DK SMAN 1 Purbalingga, Nyarutang sutradara Asep Triyanto SMAN 1 Bobotsari, Sekitar Midnight sutradara Felik dan Pito SMAN 2 Purbalingga dan Bumi Masih Berputar sutradara Shella Ardilla SMAN 2 Purwokerto. Keempat film tersebut bersanding dengan film pendek lain dari JIFFEST seperti The Last Journey sutradara Endah WS, Traffic Jam sutradara Tam Notosusanto dan The Visit sutradara Erwin Indrawan, film pendek lain yang diputar sore harinya berasal dari Yogyakarta antara lain Kuda Laut sutradara Shalahudin Siregar dan BEN disutradarai oleh Gentur galih.

Damar Ardi programer dari Importal mengatakan bahwa pemutaran yang diadakan secara rutin setiap hari kamis ini merupakan wadah apresiasi, referensi dan pendidikan bagi pecinta film, sedangkan secara khusus pemutaran film pendek yang bertajuk Made in Indonesia ini bertujuan untuk memasyarakatkan film pendek serta menambah referensi dan inspirasi bagi pegiat film, secara kualitatif dan kuantitatif kondisi film pendek di Indonesia sedang mengalami penurunan maka dengan adanya pemutaran ini diharapkan tumbuh semangat kreatifitas untuk menggairahkan film pendek di Indonesia, apalagi saat ini film pendek sudah tidak dianggap sebelah mata karena perkembangannya sangat baik disamping itu munculnya banyak komunitas film serta keseriusan untuk belajar didalamnya telah memperkaya produksi film pendek di Indonesia, imbuhnya. Read the rest of this entry »

Jaringan Kerja Film Banyumas

Jaringan Kerja Film Banyumas (JKFB) adalah lembaga asosiasi komunitas film di eks-karisidenan Banyumas, Jawa Tengah, Indonesia. Visi JKFB adalah menjadi lembaga fasilitator dan mediator dalam mengembangkan serta memajukan kegiatan perfilman di eks-karisidenan Banyumas melalui program kegiatannya. Misi JKFB adalah melakukan kerja kolektif serta jaringan dalam berbagai aspek yang dapat memajukan kegiatan perfilman di eks-karisidenan Banyumas.

c

Blog Stats

  • 21,402 hits